Sebuah Titik Balik, The Edge Of Beyond


Saya menulis ini pada malam dimana hari akan segera berganti. Hari akan bertemu titik baliknya segera. Titik yang akan dianggap sebagai sebuah akhir, atau malah titik sebagai sebuah awalan. Titik yang akan dilihat sebagai pukul 24.00, atau yang akan dilihat sebagai pukul 00.00. Segala sesuatu ternyata begitu relatif dalam hidup kita. Hanya satu yang pasti, kita akan selalu bertemu suatu masa, dimana titik-titik akan menandai sejarah hidup kita. Sebuah titik balik.

Batas-batas diri terkadang membuat saya takut. Saya takut untuk berbelanja pakaian karena takut tidak akan ada baju yang akan cukup untuk saya. Saya takut belajar mobil karena takut tidak bisa mengira-ngira arah roda. Saya takut berusaha karena takut gagal. Saya takut untuk berpikir di luar batas-batas kognisi saya karena takut dibilang penghayal. Ketakutan terkadang membuat saya menjadi manusia yang terasa tak berguna. Teriak kengerian dan putus asa sambil sesengukkan di pojokkan yang saya lakukan ketika merasa takut jelas tidak ada artinya. Jauh dari semangat sebaik-baiknya manusia adalah yang berguna bagi sesamanya.

 

Bagaimana Rasa Takut Mempengaruhi Diri Saya?


Suatu hari saya diajak seorang teman bermain kano di sungai Kapuas Pontianak. Sungai itu adalah sungai terpanjang di Indonesia dan memiliki lebar yang mampu membuat Jembatan Tayan yang membentang di atasnya sebagai jembatan terpanjang di Kalimantan. Sungai ini tentu dalam, dan sebagai seseorang yang baru pandai berenang pastilah membuat saya berpikir ulang jika harus berenang tanpa pelampung di sana.


Saya memutuskan tidak ikut bermain kano dan hanya menonton di tepi sungai. Karena disamping tidak ada pelampung tersedia, kano itu begitu kecil. Tetapi lama kelamaan adrealin datang dan mendorong saya untuk memutuskan mencoba. Sayang, saya mencoba dengan ketakutan bukan keberanian. Saya sudah berteriak-teriak, panik, dan tegang terlebih dahulu bahkan ketika kano itu baru saya duduki. Praktis kano itu tidak akan pernah seimbang. Sayapun akhirnya mengurungkan niat. Adrenalin itu tidak sanggup mengalahkan rasa takut tenggelam saya kala itu. Parahnya, ketika saya ketakukan saya membuat kano bergoncang kesana kemari. Kano itu menabrak kayu yang terdapat paku. Kano itu bocor, dan saya harus mengganti biaya perbaikannya. Gagal bermain, malah membayar lebih. Ini hanyalah salah satu contoh sialnya saya karena rasa takut. Masih ada banyak cerita apes karena takut lainnya.

Menemukan Titik Balik Bahkan Melampauinya


Lama tenggelam dalam ketakutan, saya akhirnya menemukan titik balik saya. Sore itu di kawasan wisata Kalibaya Brebes Jawa Tengah, hari mendung sehabis hujan. Saya nekat untuk mencoba space swing. Permainan bergelantungan di dahan pohon dimana tubuh hanya akan bertumpu pada tangan. Melepasan tangan dari untaian tambang tempat bertumpu, maka bisa celaka bahkan sampai bisa bertemu ajal. Kekuatan tangan, mental, spiritual, semua di uji di permainan ini.


Awalnya saya hampir gagal. Ini sungguh mengerikan. Saya belum siap dengan posisi sempurna, tetapi karena licinnya tanah sehabis hujan maka saya terpeleset. Semua orang kaget, untung saya cukup kuat bertahan pada tambang dan sudah terpasang pengaman. Ketika kembali ke posisi tolakan untuk memulai, entah kenapa saya tidak merasakan takut itu. Biasanya saya akan mejerit ketakuan ketika menghadapi hal-hal ekstrim seperti ini. Namun, kali ini tidak. Saya yakin titik balik telah tiba pada diri saya, dan membuat saya mampu melampaui batas-batas ketakutan. Kini saya tidak terlalu takut ketika menghadapi hal baru dan ekstrim. Snorkeling, Diving, Space Swing, saya sudah berani. Tinggal menunggu ada kesempatan berkano lagi, saya yakin saya pasti sudah lebih berani.

Saya yakin jika seorang manusia dibiasakan untuk terus terpapar pada titik-titik ekstrim dalam hidupnya, maka cepat atau lambat ia akan menemukan titik balik. Suatu titik kehidupan yang mampu membuatnya berbalik dari takut menjadi berani. Dari pemikiran tertutup menjadi berpikir di luar batas-batas pakem kebanyakan. Saya yakin, titik balik setiap manusia inilah yang membuat bangsa-bangsa semakin berkembang, teknologi semakin beradab, dan pemikiran manusia semakin terbuka.

The Edge Of Beyond


Ketika saya menyelesaikan tulisan ini, hari sudah pagi. Saya telah melewati titik balik hari dan masuk pada waktu yang baru. Hari ini sekali lagi saya akan mejadi saksi dari hasil titik balik pemikiran manusia di bidang teknologi. ASUS Indonesia sebagai perusahaan yang begitu terkenal dengan kualitas notebooknya akan meluncurkan peroduk notebook terbarunya.


The Edge Of Beyond adalah judul acaranya. Konsep yang diusung kali ini adalah Less is The New Luxury. Kali ini, ASUS akan melampaui batas-batas imajinasi manusia soal performa, kualitas, kemewahan, dan desain menawan dari sebuah laptop. Titik-titik ekstrim yang sering dialami para ahli teknologi di ASUS membuat mereka menemukan titik balik untuk membuat sebuah karya baru yang begitu mempesona. Titik balik yang mampu menghantar ASUS pada sebuah tepi, tepi baru dari sebuah era teknologi.

Hari ini saya akan menyaksikan peluncuran Zenbook Deluxe yang diciptakan untuk pemuja kemewahan dan performa. Zenbook pro yang diciptakan untuk produktifitas tanpa batas. Zenbook Flip yang diciptakan untuk pemuja mobilitas dan fleksibilitas. Vivobook Pro yang diciptakan untuk insan kreatif yang produktif. Vivobook S yang diciptakan untuk mereka yang produktif dan aktif. ROG Zephyrus yang diciptakan untuk pecinta gaming dengan desain tipis namun performa gahar.

Tunggu cerita lebih lengkapnya!

video


Ready for The Edge Of Beyond


CONVERSATION

0 comments:

Post a Comment

Back
to top