Antara Purworejo dan Kebumen, Sebuah Kronologi


Saya tidak pernah membayangkan akan sampai pada dua tempat ini. Dua kabupaten di selatan Jawa Tengah, yang membuat saya terpesona dengan indahnya gunung dan pesisirnya. Foto-foto ini tentu tidak akan menggambarkan secara utuh indahnya Gunung Kunir, Sungai Bogowonto, Pantai Mneganti, dan Gardu Pandang Goa Seplawan. Mata anda harus melihat sendiri keindahan dunia yang terlukis di Kebumen dan Purworejo.

Rafting Sungai Bogowonto

Di Purworejo, terdapat sungai Bogowonto. Sungai ini alirannya cukup deras untuk bisa dijadikan objek arung jeram. Selama sekitar 1,5 jam, kita akan diajak menyusuri sungai dan terhibur karena adrenalin yang memuncak setiap perahu terombang-ambing jeram. Jangan lupa berpegangan pada tali pengaman, bisa-bisa pada suatu jeram yang deras kita bisa terpelanting keluar dari perahu.

Gardu Pandang Gua Seplawan

Dalam hening senja saya menikmati rona lembayung yang semakin lama semakin redup karena surya kembali ke peraduannya. Di kejauhan, Laut Jawa masih saja berombak keras, menghantam pesisir pantai selatan dengan ganasnya. Dari Gardu Pandang Gua Seplawan, saya melihat batas maya dari provinsi Jawa Tengah dan Jogjakarta. Angin yang berhembus membuat awan bergerak perlahan, meninggalkan kenangan akan senja yang magis di tempat ini. Tebing curam disekitar menjadi pertanda dua negeri telah terpisah secara geografis, dan gardu pandang kini menjadi pemersatu. Pemersatu rindu akan sosok dirimu yang hadir dalam hayal, dalam setiap siul burung yang ku dengar senja itu. 

Rasa lelah mendaki sirna karena pesona alam pagi itu
Bunga liar di lereng gunung Kunir

Kabut yang magis perlahan pergi
Anak Adam dan kain dari Palembang
Pagi datang mengusir malam, membuat ayam kembali melagukan kokok-nya. Dalam asa yang hampir putus karena telah lama tidak mendaki, saya terkesima melihat pemandangan kenampakan bumi dari puncak-punncaknya yang tinggi. Gunung Kunir Purworejo adalah candu bagi pencinta matahari pagi hari. Kabut perlahan pergi, terganti menjadi warna-warni bunga yang cemerlang karena sinaran cahaya. Sekali-kali, bolehlah kita berfoto menampakkan muka, karena siapa manusia yang mampu melawan pesona alam ciptaan sang kuasa. 

Jika boleh, sayang ingin tinggal untuk selamanya
Sebuah nusa, dan laut yang biru
Pantai Menganti Kebumen
How far i'll go?
Siang menjelang, dan Kebumen membuat saya berdecak kagum pada pesisirnya yang indah. Saya selalu terpesona dengan pantai yang curam, tanpa pasir, dimana saya bisa melihat laut dari atas dengan luas. Saya hanya terpaku, karena kali ini Laut Selatan menculik saya untuk menyelam dalam diam. Duduk sendiri diantara rumput ilalang, sendu bersama lantunan pohon-pohon cemara pantai. Perlahan senja turun, mengucapkan salam sekali lagi pada cakrawala sebelum ia kembali pergi. Pantai Sawangan dan Menganti Kebumen menjadi saksi saya menangis bahagia dalam hati senja itu. Melihat para warga dengan senyum bersahajanya menunggu pancingan pada batu-batu curam. Membayangkan berlayar dalam langit yang perlahan mendung menuju pelabuhan Cilacap, yang tampak samar di ujung barat. 

Sekali langi senja datang, dan kronologi ini pun harus diakhiri. Datanglah sendiri ke Purworejo dan Kebumen, dan nikmatilah kronologimu sendiri. Sebuah perjalanan masa, sebuah petualangan mengisi kehidupan, mulai dari senja hingga petang.


CONVERSATION

1 comments:

  1. Asik asik tempatnya. Kapan ya bisa main ke Pulau jawa lagi uhuhuhuu

    ReplyDelete

Back
to top