About Me


Pada awalnya saya tidak terlalu suka menulis, tetapi saya suka berbagi. Lama-kelamaan saya sadar, bahwa menulis adalah cara paling mudah mengabadikan diri dan pemikiran kita. Raga boleh mati, tetapi pemikiran akan selalu abadi dalam tulisan. Kebiasaan “get lost” yang saya mulai sejak SMA membuat saya banyak belajar, dan ingin berbagi cerita kepada yang lain. Terlebih karena cita-cita saya adalah wartawan, maka kemampuan menulis adalah wajib bagi saya. 

Lost In Paradise adalah manifestasi saya terhadap gaya traveling, pandangan hidup, dan gambaran tujuan yang ingin saya kunjungi. Tersesat, tanpa arah dan pasrah pada panduan angin membawa, adalah kesukaan saya dalam menjelajah. Mengetahui tempat baru, jalan baru, mengenal orang baru, dan berbagi cerita baru pada setiap orang adalah kesukaan tersendiri ketika tersesat. 

Fokus saya dalam blog ini adalah cerita tentang Kota, Gunung, Padang dan Lautan. Kota, selalu menjadi favorit karena ada peradaban manusia yang berkembang di dalamnya. Susur sejarah dan budaya suatu kota selalu menarik untuk dilakukan. Gunung, adalah tempat yang indah, tempat dimana ketenangan dan kontemplasi hidup dapat dengan mudah dibangun. Padang, entah itu padang rumput, padang pasir, atau padang savana dan stepa, adalah keajaiban bagi saya yang menyukai angin dan horison yang membentang dari sana. Laut, adalah kehidupan bagi saya. Terlahir sebagai seorang Pisces sedikit banyak membawa saya mencintai ikan, air, laut, pantai dan pesisir. Laut, pantai, air, dan sekelilingnya adalah nafas bagi perjalanan saya. 

Impian saya adalah menjelajah kota-kota pesisir Indonesia, dan dunia. Mengunjungi kota-kota di negara Skandinavia, UK, dan Eropa Daratan. Tinggal dan tersesat di Greenland, Islandia, Alaska, dan jelajah di salah satu benua impian saya, Amerika. Jelajah savana Afrika dan kota-kota pesisirnya yang tersembunyi. Pulau-pulau terpencil Oceania adalah impian lain yang juga tak ketinggalan masuk dalam bucket list saya. 

Saya percaya bahwa manusia adalah saudara satu sama lain. Meskipun berbeda segala hal mulai dari bahasa hingga rupa, manusia telah ditakdirkan untuk selalu bersosialisasi. Saya telah dan dalam proses membuktikan hal itu. Dengan traveling, saya ingin menyebar benih damai antar sesama manusia. 

Kunjungi dan ikut juga sosial media saya lainnya!

http://twitter.com/albert_na
http://instagram.com/albert_na
http://facebook.com/albertna


0 comments: