Masalah-Masalah Saat Traveling dan Cara Mengatasinya

Berisi tentang 7 masalah yang sering muncul saat traveling. Masalah tersebut seperti susah bangun pagi, kamera kehabisan baterai, wajah kucel di kamera, budaya yang berbeda, kelelahan saat traveling, dan teman traveling yang tidak menyenangkan. Ada rekomendasi solusi pakai Zenfone Live dan Zenfone Zoom S. Smartphone terbaru dari ASUS
Share it:


Namanya manusia, masalah pasti bisa datang kapan saja. Saat traveling, saat dimana kita harusnya merasa senang pun terkadang bisa dirundung berbagai masalah. Mulai dari masalah remeh-temeh seperti barang tertinggal, sampai masalah yang hampir bisa mencabut nyawa. Tulisan ini adalah rangkuman beberapa masalah yang sering saya alami ketika melakukan traveling. 

1. Teman Traveling Nyebelin

Saat saya pergi ke suatu tempat bersama seorang teman, di sana ada sebuah pertunjukkan air mancur menari yang sangat terkenal. Orang-orang rela mengantri masuk ke tempat itu dan menunggu hingga pertunjukkan air mancur menari dimulai. Tidak semua orang bisa menonton pertunjukkan itu, dan beruntung sekali saya dan dia bisa ada di tempat itu dan kebetulan bertepatan dengan waktu pertunjukkan.

Carilah Travel Mate yang menyenangkan
Tetapi teman saya itu bosenan orangnya. Tidak bisa ia tergugah dengan megahnya musik dan tata lampu dan diam sejenak menyaksikan atraksi terkenal itu. Ia pun mengajak saya pergi ke tempat lain disaat saya sedang ternganga melihat kebolehan pertunjukkan. Saya kesal bukan kepalang. Sampai sempat tak habis pikir maunya ini orang apa. Tetapi mau gimana, saya pergi berdua dengannya dan mau tidak mau kami harus menjaga perasaan agar trip ini beakhir dengan menyenagkan. Dengan mulut manyun, saya pun harus rela melepas pertunjukan air mancur menari itu.

Ada lagi cerita ketika harus pergi dalam rombongan dalam sebuah open trip. Orang-orang yang ikut trip tidak saling kenal dan punya kebiasaan yang berbeda. Ada yang suka merokok (saya tidak merokok dan cukup teranggu dengan asap rokok), ada yang suka teriak-teriak kalo ngomong, ada yang nggak bisa menghormati privasi dengan langsung tanya-tanya kerjaan, umur, pacar, alamat, asal, dan keturunan apa padahal belum ada setengah jam berkenalan. Kalau udah begini bisa rusak mood seharian. Indahnya perjalanan mejadi kelabu dengan hati yang muram karena orang-orang di trip yang tidak menyenangkan. 

Solusi: 

Kalau harus traveling dengan teman, dan pada akhirnya teman travelingnya tidak menyenangkan, maka saya biasanya akan melakukan beberapa langkah penganan bencana traveling ini. Langkah pertama adalah saya yang mencoba untuk bersabar. Tarik nafas panjang, sampai terasa tensi darah sudah turun.  kemudian coba berpikir jernih apakah teman traveling kita itu ada benarnya atau tidak. Mungkin saja kita tidak perlu berlama-lama di tempat itu, atau mungkin bercerita tentang identitas kita pada teman baru bisa membuat ia merasa lebih nyaman berinteraksi dengan kita. Kendalikanlah diri kita sedewasa mungkin. Tetap jaga perasaan orang lain dan jangan pernah membalas perilaku tidak menyenangkan dengan perlilaku yang tidak menyenangkan pula. Traveling toh membuat kita semakin dewasa kan.

Langkah kedua, susunlah itenerary perjalanan yang jelas. Jadi nggak bakal terjadi kejadian tiba-tiba pergi ke sini, tiba-tiba pergi kesana. Kalau itinerary udah tersusun, ikutilah itinerary itu dan kalau mau diubah harus dengan kesepakatan bersama. Jangan tiba-tiba ada di antara kita yang egois mengubah itinerary, atau ngotot mengunjungi suatu tempat yang tidak ada di jadwal tanpa persetujuan semua peserta traveling. 

Langkah terakhir, jika memang sudah dirasa tidak bisa menghadapi perasaan kesal dengan travel mate pada beberapa perjalanan yang dilakukan, maka pilihan terakhir adalah lakukanlah solo traveling. Dengan pergi sendirian, kita bisa dengan bebas mengatur durasi dan kemana saja kita akan menuju. Tidak perlu menjaga tensi dan ritme nafas karena emosi dengan teman berjalan. Tetapi tentunya solo traveling ada resikonya sendiri yang perlu dipikir ulang sebelum siap melakukannya.


2. Objek Wisata yang Ramai

Sebagai sebagai seorang content creator, terkadang ketika traveling saya juga sambil mengumpulkan konten untuk blog dan cerita perjalanan saya. Hal yang bikin kepala panas ketika datang ke suatu objek wisata adalah tempat itu sudah ramai dipenuhi oleh para pelancong. Mau mendapat foto diri dengan latar tempat yang bebas dari "bocornya objek lain" saja susahnya minta ampun, apalagi mau mengambil foto landscape dari tempat itu. Kalau sudah begini karya yang dihasilkan pun tak jarang hanya sekadarnya. 




Menikmati objek wisata yang ramainya minta ampun juga membuat kita tidak bisa menikmatinya dengan leluasa. Ramainya pengunjung suatu tempat wisata tak jarang membuat kita harus antre dan  dibatasi waktunya dalam menikmati objek tersebut. 

Solusi:

Menghadapi tempat wisata yang ramainya bukan main adalah dengan datang ke tempat tersebut tidak pada saat libur atau peak season. Biasanya tempat-tempat akan lebih sepi pada saat-saat seperti itu. Hanya saja tidak semua orang bisa berlibur sesuka hati karena terikat kerja dan urusan lainnya, sehingga pilihan untuk berlibur ya hanya pada hari liburan. Jika menghadapi masalah ini, maka cara untuk mengantisipasinya adalah dengan datang pagi sekali ke objek wisata tersebut. Datanglah pada saat tempat itu baru dibuka, sehingga yang berkunjung relatif masih sedikit. Cahaya matahari pagi juga akan sangat mendukung untuk hasil foto yang makin keren. 

3. Lelah Menghadapi Jalur Traveling

Terkadang ada saat-saat dimana kita harus berjalan kaki, menghadapi medan yang cukup ekstrim, dan membutuhkan fisik yang cukup kuat untuk menghadapinya. Masalahnya tidak semua orang sanggup menghadapi keadaan seperti ini. Saya sendiri dengan badan bongsor seperti ini tidak sanggup jika harus jalan kaki di trek yang mendaki cukup ekstrim. Ada pula keadaan saat kita harus keliling kota dengan berjalan kaki. Seperti saat berkunjung ke Cirebon, saya melakukan jalan kaki mengelilingi satu kota. Mulai dari Pelabuhan Cirebon, saya berjalan hingga Stasiun Cirebon dan bagi saya jalur tersebut cukup melelahkan. Alhasil saya meraskan pegalnya kaki yang luar biasa. 

Solusi:

Kalau masalahnya adalah ringkihnya tubuh, maka jawabannya ya harus sering latihan fisik. Semakin sering latihan fisik maka akan semakin terbiasa. Seperti saya, saya melatih kaki agar tidak cepat lelah ketika berjalan ya dengan sering berjalan kaki. Setiap traveling saya mengusahakan untuk banyak berjalan kaki, dan sekarang berjalan kaki dengan jarak yang jauh dengan tanah yang datar bukan masalah bagi saya. PR saya masih pada jalanan mendaki, maka ya saya harus sering mencari trek mendaki untuk melatih kaki saya agar bisa kuat menjelajah. 

Traveler Jompo mah Naik Kuda aja
Tertapi namanya latihan fisik kan tidak semua orang bisa, dan memakan proses yang cukup lama. Untuk meminimalisir lelahnya tubuh ini ketika berjalan, solusinya adalah dengan mengenakan pakaian yang nyaman untuk berjalan, serta tidak membawa banyak barang. Pakailah baju yang menyerap keringat, atau sports wear yang tipis dan alas kaki yang nyaman. Pilihan terakhir jika memang tidak suka aktivitas fisik, ya mau tidak mau bisa pakai alat transportasi atau mungkin saja naik kuda yang biasanya tersedia di objek wisata pendakian. Hanya saja mungkin tidak semua tempat bisa kita jelajahi, karena jangkauan alat bantu yang juga terbatas.

4. Susah Bangun Pagi 

Nah salah satu cara menjawab permasalahan nomer 2 adalah dengan bangun pagi. Sementara itu, susahnya bangun pagi juga merupakan masalah traveling yang lain. Setidaknya bagi saya. Terkadang traveling membuat badan sangat lelah dan butuh istirahat panjang, sehingga waktu tidur yang kita butuhkan juga lebih lama. Padahal, dengan bangun pagi kita bisa memperoleh waktu yang lebih banyak untuk menjelajah, bisa lebih produktif, dan menghindari tempat wisata yang semakin siang semakin ramai. Bangun pagi juga membuat kita bisa mengejar sunrise dan mendapat momen golden hour, momen terbaik untuk mengambil foto selain blue hour di sore hari. 

Solusi:

Bagaimana biar bisa bangun pagi? Cara paling mudah adalah memasang alarm untuk bangun pagi. Tetapi cara ini juga kurang efektif karena selalu ada tombol postpone dan dismiss sehingga potensi melanjutkan tidur sampai kesiangan sangat mungkin terjadi. Cara kedua, kita bisa memanfaatkan morning call. Kalau nginap di hotel, bisa minta dibangunkan receptionist. Tetapi potensi untuk tidur lagi juga masih besar. Cara cukup efektif agar bisa bangun pagi dan tidak tidur lagi adalah dengan berusaha untuk tidur dengan kualitas setinggi mungkin, meskipun dalam waktu singkat. 

Bangunlah pagi-pagi biar bisa melihat kabut pagi menguap terkena matahari
Saya biasanya akan memulai prosesi tidur dengan mensugesti diri. Saya akan berpikir tentang hal-hal menyenangkan yang akan saya dapatkan ketika berhasil bangun pagi. Kemudian saya akan bersih-bersih, kalau perlu mandi. Ini penting karena dengan bersih-bersih tubuh kita akan merasa lebih nyaman untuk beristirahat. Setelah itu saya akan berganti baju yang bersih. Biasanya saya akan membawa baju khusus buat tidur dalam perlengkapan traveling saya. Bajunya harus yang ringan dan nyaman dikenakan. Tahap terakhir adalah saya selalu minum obat pencegah masuk angin dan mencegah kelelahan. Sayapun akan tertidur dengan nyenyak dan tubuh saya akan otomatis bangun pagi sesuai sugesti. Cara ini cukup efektif bagi saya, bisa banget dicoba buat yang mau melatih bangun pagi.

5. Roaming Bahasa dan Culture Shock

Sewaktu berkunjung ke UK saya sempat merasakan roaming bahasa. Sewaktu di London, masalah bahasa tidaklah terlalu berarti. Logat bahasa Inggris orang London dan sekitarnya masih serupa dengan film-film Inggris yang sering saya tonton, jadi cukup mudah dimengerti. Begitu sampai Liverpool, saya sampai melongo dan mengucapkan "Pardon" berkali-kali pada kasir sebuah restoran cepat saji karena saya tidak mengerti apa yang ia ucapkan, padahal sama-sama bahasa Inggris. Sama bahasa beda logat saja terkadang sudah bikin pusing, apalagi berbeda bahasanya sama sekali. 

Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung
Cerita lain adalah soal budaya dan adat kebiasaan. Ada negara dimana bertanya dan mengajak orang asing mengobrol adalah sebuah perilaku yang tidak menyangkan. Semisal kita tengah duduk dan makan di tempat umum, atau duduk di kereta, lalu ada seseorang mengajak berbicara panjang lebar dan bertanya-tanya tentang diri kita, maka hal tersebut akan dianggap tidak sopan oleh budaya tempat itu. Negara-negara seperti ini adalah negara Skandinavia, dan beberapa negara Eropa Barat. Ada pula kebiasaan dimana laki-laki dan perempuan bukan muhrim tidak boleh terlalu banyak berinteraksi. Contohnya ketika berjalan di Kampung Arab Palembang. Terkadang ketika kita tidak paham maka kaget budaya ini bisa menjadi masalah. Kita bisa dicap tidak sopan karena ketidaktahuan kita.

Solusi:

Jadi sebelum berpergian biasakanlah mencari informasi tentang tempat tujuan kita. Apa bahasanya, bagaimana budayanya, apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Saya biasanya mendapatkan informasi ini biasanya dari Pinterest. Disana banyak inforgrafis tentang suatu negara dan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di sana.

Pelajari juga beberapa kosa kata dasar. Terutama untuk menyapa dan ketika dalam keadaan darurat. Biasakan juga juga mempelajari beberapa aksen daerah, juga nada bicara. Terkadang ada daerah yang tidak boleh memiliki nada bicara terlalu tinggi, dan sebaliknya ada daerah yang kalau berbicara malah harus berbicara dengan lantang. 

6. Muka Kucel dan Berminyak Kalau Difoto

Ini adalah masalah yang lumayan ngeselin bagi saya yang suka eksis di sosial media kalau sedang traveling. Berjalan seharian dari pagi sampai sore tidak jarang membuat muka kehilangan pesonanya. Minyak berlebih juga membuat wajah berkilauan kalau difoto. Kalau sudah begini mood baik kadang hilang, dan pemandangan objek wisata jadi tidak bisa dinikmati karena hati yang nestapa tidak bisa dapat foto bagus. Apalagi kalau harus live streaming buat promosi suatu destinasi wisata. Kadang tinggal modal senyum manis aja karena mukanya sudah kucel minta ampun.

 Solusi:

Kebetulan untuk urusan ini handphone saya Zenfone Live sudah punya fitur live beautification. Jadi Zenfone Live adalah handphone terbaru dari ASUS. Handphone ini mampu mengatasi masalah muka kucel dan berminyak dengan fitur beautificationnya. Selfie anda di tempat-tempat wisata tidak akan terpengaruh muka dengan minyak membandel. Filter beautificationnya juga  nggak terlalu lebay. Menurut saya masih tampak cukup natural sehingga tetap nyaman dipandang.



Hal yang paling keren adalah handphone ini sudah punya aplikasi Beauty Life yang bisa membuat video streaming kita di Instagram, Bigo, Facebook, dan banyak aplikasi live streaming lainnya tetap mendapatkan filter beautifikasi. Jadi anda bisa siaran langsung memperkenalkan destinasi wisata dengan penampilan wajah yang cetar membahana. Kamera depan dengan sensor 1.4 mikron yang cukup besar di kelasnya membuat kamera handphone ini sangat peka terhadap cahaya. Hasil foto di tempat gelap pun akan tetap terlihat baik. Selain itu ada LED soft-light yang bisa jadi flash ketika selfie di tempat gelap. 

Kamera belakangnya 13 megapixel dan sudah ada flash, jadi tetap bisa menangkap momen yang bagus saat traveling. Sistem audio nya juga sangat baik. Handphone ini telah memiliki fitur Noice Cancellation, Stereo Recording, dan juga Speech Clarity. Jadi tetap bisa live streaming dengan audio yang baik, nggak perlu takut noise karena angin ataupun suara yang bising. Handphone ini juga tersedia dalam warna-warna menarik, ada Navy Black, Rose Pink, dan Shimmer Gold. Handphone ini sudah tersedia di pasaran dan harga jualnya Rp. 1.799.000. Untuk lengkapnya bisa kunjungi link ini.

7. Kehilangan Momen Karena Kamera Habis Batre

Sebagai seseorang yang suka fotografi, saya bakal manyun banget kalau ketemu masalah batre kamera habis waktu traveling. Charger kamera itu lumayan makan tempat buat dibawa-bawa dalam tas kecil harian buat jelajah kota atau trek mendaki. Ribetnya harus ada sumber listrik, dan nggak bisa dicharge pakai powerbank. Mungkin kamera mirrorless model baru sudah ada yang bisa diisi ulang dayanya pakai powerbank, tapi kamera mirrorles itu juga lumayan cepat habis baterenya. Sementara itu, handphone juga lumayan cepat habis batrenya, dan kualitas kameranya tidak sebaik kamera DSLR. Padahal ada kalanya harus traveling ke tempat yang sumber listriknya terbatas, harus rebutan charger dan daya listriknya tidak kuat untuk mengisi daya beberapa gadget sekaligus. 

Solusi:

Solusi dari masalah ini adalah menggabungkan kemampuan dari Power Bank, Handphone, dan Kamera DSLR dalam satu gadget. Mana mungkin? Mungkin dong! ASUS baru saja merilis Zenfone Zoom S yang adalah gabungan dari ketga gadget tadi. Jadi handphone ini adalah handphone dual kamera 12 megapixel. Lensa pertama adalah lensa dengan bukaan 1.7 25mm wide-angle, dan dibekali sensor SONY IMX362 yang adalah salah satu sensor kamera handphone terbaik di dunia. Lensa kedua hape ini adalah lensa 59mm dengan kemampuan optical zoom 2.3 kali.


Hasil foto pakai Zenfone Zoom S
Bakal ada portrait mode yang bakal bikin efek foto bokeh juga. Kemampuan optical image stabilization dan electronic image stabilization juga bakal mencegah hasil foto yang shaky. Jadi udah setara dengan kemampuan kamera DSLR yang bisa diganti-ganti lensanya. Hasil fotonya juga sudah mampu menyamai kualitas Kamera DSLR entry level. Jadi handphone ini sudah cukup menjadi pilihan untuk mereka yang males bawa kamera yang berat, ataupun sebagai device kedua untuk mendukung fotografi. 

Satu lagi yang saya suka, kapasitas batrenya 5000mAh. Diklaim bisa bertahan sampai 42 hari. Bisa jadi powerbank buat ngecharge hape lain juga. Nggak perlu takut kehabisan batre saat traveling. Pergi pagi pulang malam masih tersisa batrenya. Bisa juga untuk menolong teman lain yang kehabisan daya. Cocok buat diajak blusukan ke tempat yang akses listriknya susah, karena tidak perlu sering-sering mengisi daya. Hape ini udah tersedia di pasaran. Harganya Rp. 5.999.000. Informasi lengkapnya bisa dilihat di link ini.

Nah itu dia masalah-masalah yang sering saya alami ketika bepergian dan solusi dari saya bagaimana cara menyelesaikannya. Kalau kamu, apa nih masalah yang sering kamu hadapi kalau lagi bepergian? Terus bagaimana cara kamu menyelesaikannya? Boleh barbagi kisah di kolom komentar ya.

Share it:

albertna stories

featured

spesial

tips albertna

Post A Comment:

8 comments:

  1. Aku punya satu lagi solusi utk ttp Bisa foto2 cantik di obyek wosata yg ramai kak, yaitu pesona 50mm, supaya bacground blur tapi tetap soft dan bisa dikenali kita lagi ada dimana. Hahahaha

    ReplyDelete
  2. aku harus punya nih zoom s nya... harus... biar gak kucel dan feed ig nya kece :p

    ReplyDelete
  3. Tampil Cantik itu sesuatu banget ya! Hehehe
    Ghana kapan-kapan saya jadi model kamu lagi ya #eh

    ReplyDelete
  4. Kalo ngomongin travelin' masalah dipoint 1 & 2 sering terjadi, intinya ya sabar & dinikmati aja. Btw, ujung-ujungnya iklan yaa? ����

    ReplyDelete
  5. Aku paling susaaah bangun pagi, biasanya alarm ku set 1 jam sebelum waktu harus bangun dengan interval per 15 menit :)

    Waaah, hasil kamera zenfone zoom s kece badai ya

    ReplyDelete

  6. Hi there! I simply want to offer you a huge thumbs up for the great info you have right here on this post. I will be coming back to your site for more soon. craigslist minneapolis

    ReplyDelete
  7. wah...aku jadi teringat yang bagian cerita naik kuda haha...kocak banget khan itu. Kapan bisa jalan bareng lagi...seru abisss

    ReplyDelete
  8. Muka berminyak & kucel ini masalah bangetttttt. Udah jalan seharian nemu spot seru tp muka udah kucel & nggak layak difoto. Berhubung belum punya zenfone ya udahlah ya,,, tetep foto ala kadarnya . Hahahaha

    ReplyDelete