Hasil Pengujian Kamera Zenfone Zoom S

Hasil pengujian kamera ASUS Zenfone Zoom S. Handphone dual kamera belakang dari ASUS. Berisi gallery foto yang saya ambil sendiri,
Share it:


Kali ini saya akan membagikan hasil pengujian saya terhadap kemampuan dari sebuah smartphone yang katanya memang diciptakan untuk kegiatan fotografi. Smartphone tersebut adalah Zenfone Zoom S dari ASUS. Kebanyakan smartphone suka bersesumbar kalau mereka adalah smartphone yang jago kameranya, bahkan beberapa brand mengklaim mampu menandingi kualitas kamera DSLR. Tetapi setelah diuji ternyata kualitasnya standar, tidak sampai bisa membuat saya berdecak kagum dan merasa hape tersebut memang pantas disandingkan dengan kamera profesional. Tetapi bagaimanakah nasib Zenfone Zoom S di tangan saya? Apakah mampu membuat saya berdecak kagum? Ini jawabannnya!

Sekilas tentang Zenfone Zoom S

Jadi hape ini adalah hape dual kamera keluaran terbaru dari ASUS. Di pasaran, handphone ini dibanderol dengan harga 6 juta rupiah. Handphone ini mempunyai kamera 12 megapixel dengan dua lensa di bagian belakang. Lensa pertama adalah lensa dengan f 1.7 dengan 25 mm wide angel. Lensa kedua adalah lensa 59mm. Sensor kamera ini adalah salah satu sensor kamera hape terbaik di dunia yaitu Sony IMX 362. Hape ini memiliki dapur pacu Snapdragon 625, layar AMOLED, dual sim, dan batre dengan kapasitas 5000mAh. Info Lengkap tentang hape ini bisa dilihat di sini.

Hasil Pengujian Kamera

Saya melakukan pengujian hanya untuk menguji fitur dual kamera belakang dari hape ini. Saya melakukan pengujian pada pukul 7.50 - 8.30 WIB dengan lokasi di sekitaran kampus Universitas Diponegoro Semarang. Foto yang dihasilkan kesemuanya adalah foto outdoor dan belum sama sekali mendapatkan edit apapun. Kedepannya seiring waktu saya tentu akan melakukan pembuatan karya seni foto di berbagai tempat, situasi, dan kondisi ruang, dan akan saya upload di postingan ini. 

Hasil Mode Auto Zoom 1x (Lensa Pertama)



Hasil Mode Auto Zoom 2.3x (Lensa Kedua)



Hasil Mode Auto Zoom 5x (Hybrid Zoom)



Hasil Mode Auto Zoom 12x (Digital Zoom)



Hasil Mode Auto 1x (Lensa Pertama)



Hasil Mode HDR 1X (Lensa Pertama) Posisi Backlight Melawan Sinar Matahari



Hasil Mode HDR 2.3X (Lensa Kedua) Posisi Backlight Melawan Sinar Matahari



Hasil Mode HDR 5X (Zoom Hybrid) Posisi Backlight Melawan Sinar Matahari



Mode Manual 2.3 X Optical Zoom (Lensa Kedua)







Mode Auto Lensa Pertama Pengambilan Portrait







BONUS:
Mode Auto Lensa Pertama Malam Hari



Mode Auto Lensa Kedua Malam Hari




Kesimpulan

Jadi, setelah mencoba kamera hape ini di beberapa modenya, saya merasa slogan build for photography yang diusung hape ini memang sesuai dengan kemampuan kameranya. Bukaan lensa yang cukup lebar dengan aperture f 1.7 membuat cahaya yang masuk semakin banyak, dan warna foto juga lebih terangkat dengan kemampuan Super Pixel hape ini. Mode manual yang dimiliki oleh aplikasi kamera bawaan hape ini adalah suatu kelebihan bagi pencinta fotografi. Dengan pengaturan fokus manual, maka efek bokeh bisa didapat secara maksimal. Namun Zoom lebih dari 5X tidak direkomendasikan karena hasil foto yang sudah tidak maksimal, serta terjadinya distorsi warna.

Jujur, kemampuan hape ini melebihi ekspektasi saya. Foto di malam hari dengan mode auto bahkan mampu untuk menangkap cahaya kota yang remang-remang dari atas bukit. Apalagi jika menggunakan mode low light dan mode nightnya. Fotografi malam hari juga akan lebih baik jika menggunakan mode manual. Dengan bantuan tripod, bisa didapat hasil foto light trail dengan eksposure sampai 32 detik. Hape ini sangat saya rekomendasikan untuk mereka yang memang suka fotografi dan traveling. Kameranya hebat dan batrenya kuat.

Kekurangan dan Saran Untuk ASUS

Berapa kekurangan yang saya temukan ketika menggunakan kamera ini adalah susahnya fokus pada suatu objek kecil ketika menggunakan mode auto di lensa kedua dan mode zoom hybrid 5 kali. Objek kecil seperti bunga tidak bisa fokus meskipun sudah saya letakan tepat di tengah bidang foto (kabarnya teknologi fokus ASUS akan berkerja maksimal jika objek yang ingin difokuskan ada di tengah bidang foto). Fokus akan berkerja sangat baik ketika masuk ke mode manual, dengan setting fokus manual. Untuk memotret objek tidak bergerak tentu ini bukan masalah. Masalah timbul ketika memotret objek bergerak dengan zoom lebih dari 1X, karena tidak bisa fokus pada objek kecil yang ingin difokuskan. (Lihat foto-foto mode auto selain yang diambil dengan lensa pertama). Untuk lensa pertama tidak ada masalah fokus seperti yang saya ceritakan tadi. Kamera pertama sudah berfungsi lancar jaya tanpa masalah.

Hal lain yang bisa dijadikan masukkan bagi ASUS adalah perlunya segera mengupdate software untuk meningkatkan performa kamera dan dihadirkannya mode portrait yang menjanjikan mode bokeh pada hasil foto portraitnya. Karena pastinya konsumen akan mencari mode itu ketika membeli, karena hal itulah yang juga dijanjikan oleh ponsel dengan dual kamera belakang. Saya yakin dalam waktu singkat akan ada update berarti untuk kamera hape ini. 

Kalau saya sih Yes untuk hape ini, kalau kamu? Share pendapatmu tentang kamera hape ini yah. 

PS: Kedepan jika ada foto baru, dengan mode baru, akan saya update di postingan ini juga.
Share it:

albertna stories

asus

campaign

indonesia

konten

review

spesial

Post A Comment:

8 comments:

  1. Duh mupeng bener sama zenfone zoom s nih..

    ReplyDelete
  2. Widiiwwww cakeeeeepp semuanyaaaa,Ghana. Keren ih ZenFone Zoom S.

    ReplyDelete
  3. Ghanaa ayok sih ajari mamak2 ini potografi. Biar ga cuma fasih jadi model aja wkwkwk

    ReplyDelete
  4. Mantap mas. Sepertinya kalau saran buat mas. Perlu eksplorasi yang foto dengan mode manualnya mas. Sepertinya dg memaksimalkan di mode manual hasil akan lebih cakep. Selain itu waktu dan tempat juga sangat berpengaruh juga sih. Jadi ditunggu foto-foto berikutnya

    ReplyDelete
  5. Keceee, wah buat foto2 d dalem kafe yg biasanya minim cahaya boleh nih.

    ReplyDelete
  6. Wew mantap gan. Zenfone 3 nya nganggur gak nih? Hahaha

    ReplyDelete