[Photo Gallery] Kalimantan: Negeri Seribu Hutan dan Sungai

Share it:

image

Saya baru saja menyusuri pedalaman Kalimantan. Daerah yang saya jelajahi adalah Kec. Belitang Hilir, Kabupaten Sekadau, Provinsi Kalimantan Barat. Daerah ini adalah kampung halaman ibu saya. Kami sekeluarga pulang kampung, karena telah lama tak berkunjung pada keluarga dan rindu pada suasana desa. 


Kali inilah, untuk pertama kalinya bagi saya, dan setelah berpuluh tahun bagi ibu saya, kami bisa mengunjungi kampung kecil bernama Saneh yang menjadi tempat bermain ibu saya semasa kecil, dan kampung asal nenek moyang saya. Perjalanan menuju ke Saneh harus melewati sungai dan hutan. 

Sungai dan hutan menjadi nadi bagi orang Dayak sebagai sumber kebutuhan hidup sehari-hari. Dari hutan mereka memperoleh kayu untuk membangun rumah, dan dari sungai mereka mendapat ikan untuk dibuat lauk. Oleh karena itu, orang Dayak begitu menjaga kekayaan alam di tanah ulayatnya. Photo Gallery ini adalah gambaran, bertapa hutan dan sungai di Kalimantan menjadi nadi bagi kehidupan orang Dayak.

image
image
Ini adalah tipikal rumah orang Dayak. Terdiri dari kayu seluruhnya. Mereka biasanya menggunakan kayu belian atau yang biasa disebut kayu besi. Kayu ini tidak lapuk oleh air, dan kuat dari gigitan ngengat. 

image
image
Kayu untuk membangun rumah didapat dari hutan. Kayu ditebang sesuai kebutuhan, tanpa rasa rakus untuk memiliki dan membabat habis hutan. Semua seimbang, alam memberi, manusia menjaga tetap lestari.

image
image

Ancaman rusaknya hutan juga tidak luput dari kampung kami. Deforestasi hutan Kalimantan pada tahun-tahun belakangan ini cukup mengkhawatirkan. 

image

Namanya Ugas, dia tinggal disebelah rumah kami di kampung Semadu. Setiap pagi dia main kerumah kami dan mengajak untuk mandi ke sungai. Tanpa alas kaki, Ugas lincah menembus hutan di belakang rumah untuk memandu jalan kami ke sungai. 

image
image
image
Setiap pagi dan sore hari sungai selalu ramai. Ibu-ibu mencuci dan mengambil air, bapak-bapak mandi dan mencari ikan. Anak-anak juga tidak mau kalah. mereka bermain, dan beradu selam, renang dan “Nembung”, aksi menepuk-nepuk air yang menghasilkan sebuah irama. 


Di sungai yang lebih besar seperti sungai Kapuas, aktivitas masyarakat yang terlihat akan lebih beragam. Mulai dari sekadar mandi, hingga proses mobilitas barang dan manusia antar daerah. 

Share it:

indonesia

kota

Post A Comment:

0 comments: