Pengalaman Menginap di Hotel Ibis Adi Sucipto Jogjakarta

Hotel Dengan Ornamen Borobudur Terbanyak di Indonesia
Share it:



Matahari begitu terik di Jogja tatkala saya menyadari halte Busway Trans Jogja di Terminal Jombor telah berpindah. Kini, halte bus rapid transit itu berdiri sejajar dengan gedung terminal. Tak lama saya menunggu, bus yang akan mengantar saya ke Hotel Ibis Adi Sucipto Jogjakarta tiba. 10 menit kemudian, saya berhenti di halte SMA De Britto, di Jalan Laksda Adi Sucipto. Di seberang jalan, hotel Grand Mercure dan Hotel Ibis telah berdiri, seolah siap menyambut saya.


Ya! Hotel Ibis Adi Sucipto Jogjakarta yang akan saya bahas kali ini memang berada di satu gedung dengan Hotel Grand Mercure. Sesama Accor Hotels, Ibis dan Grand Mercure saling berbagi fasilitas hotel, dengan lokasi yang sangat strategis di tengah kota Jogjakarta.

Proses Check In


 


Tiba di hotel, saya sempat bingung dimana pintu masuk hotel ini. Pintu masuk hotel ini memang berada di sisi lain gedung. Sisi depan adalah lobby dari Grand Mercure, dan sisi satunya lagi barulah lobby dari Ibis Hotel. Petugas hotel akan mengantarkan kita menuju lobby hotel jika kebingungan. 

Memasuki lobby, saya disambut dengan perpaduan aksen Borobudur dan teknologi modern. Lobby Ibis ini sangat simpel. Latar belakang meja receptionist-nya tanpa ornamen, namun membuat saya terkesima dengan ide menempatkan LCD proyektor yang ditembakkan ke dinding sebagai petunjuk dan media informasi. Porses check-in berlangsung cepat. Tidak sampai 3 menit saya sudah memegang kunci menuju kamar saya.

Kamar

 



Kamar di hotel Ibis kini memiliki tipe yang seragam. Jadi tidak ada kamar yang lebih kecil atau lebih besar. Dari lantai dasar sampai paling tinggi, tipe kamar dan fasilitas yang didapatkan akan sama. Cocok banget untuk mereka yang ingin membuat acara korporat ataupun pelatuhan, jadi tidak ada yang saling julit dan iri dengan perbedaan kelas kamar. Kalau butuh tipe kamar berbeda, maka tinggal inapkan saja di Hotel Grand Mercure di sebelahnya yang punye tipe-tipe kamar sesuai kebutuhan. Sebuah solusi komplit bukan?

Pertama kali masuk kamar, maka kesan yang saya rasakan adalah konsep kamar yang minimalis dan modern. Meskipun begitu, sebagai hotel pemecah rekor MURI dengan jumlah ornamen Borobudur terbanyak, maka di dalam kamar ornamen candi Budha terbesar ini masih terlihat di hiasan lampu kamar. Meja kerja mengahadap jendela adalah nilai lebih bagi hotel ini dari saya yang suka berkerja sambil melihat pemandangan. Luas kamar relatif standar, tidak terlalu luas namun tidak juga sempit sampai-sampai berjalan sedikit sudah saling senggol. Ada banyak tempat untuk menyimpan barang bawaan. 

Ornamen Borobudur hampir di setiap sudut

Hal yang paling saya suka tentu kasurnya. Matras yang empuk dan linen yang terjamin bersih adalah keunggulan hotel ini, secara hotel ini masih sangat baru. Yang paling saya suka adalah tersedianya guling di tempat tidur. Tidak banyak hotel yang menghadirkan guling, namun Ibis Jogjakarta Adisucipto benar-benar membuat pengalaman menginap yang mengesankan dengan guling ini. Maklum, guling memang cukup penting bagi masyarakat di Indonesia agar tidur bisa lebih nyenyak. Tidak ada yang dipeluk, masih ada guling yang setia menemani. Pengalaman menginap seperti di rumah bisa saya rasakan karena detil kecil seperti ini. 

Kamar Mandi

 




Toilet kamar hotel ini relatif sempit jika dibandingkan dengan model hotel Ibis yang lama. Namun saya suka sekali desainnya yang lebih modern dan membuat imajinasi mandi di dalam kapal luar angkasa tercipta. Toilet ini menempati ruangan seperempat lingkaran, dan pintu transparan yang memisahkan area kloset dan shower membuat saya ingat akan tabung berisi manusia di film sains fiksi. Keren abis! Tata cahaya toilet juga baik. Ada lampu yang terang untuk menerangi yang sedang berkaca. Latar toilet yang berwarna krem membua ruangan menjadi semakin terang.

Soal amenities, tentu sudah standar hotel Ibis dimana-mana jadi keperluan soal sabun, sikat gigi, dan shampo sudah tidak perlu ditanyakan. Namun saya biasanya menilai dari kualitas amenities. Apakah amenities benar-benar bisa menggantikan keperluan kita selama berpergian. Saya memberikan nilai yang bagus untuk sabun batangan hotel ini. Sabun batangannya berhasil membuat kesan bersih dan keset. Wangi pula! Tidak seperti kebanyakan sabun hotel yang hanya sekadarnya. Untuk amenities lain saya rasa sudah standar dan relatif tidak terlalu istimewa. Sabun batangan harus dicoba saudara-saudara!

Fasilitas

 




Di dalam kamar tentu tersedia fasilitas entertainment seperti televisi kabel dengan chanel lengkap. Konektivitas internet juga sangat baik. Saya bahkan sempat mengupload video ke Youtube yang hanya memakan waktu singkat dengan koneksi internet hotel ini. Hal yang paling saya suka dari menginap di hotel ini adalah kita juga bisa mendapatkan fasilitas kelas bintang empat dari hotel Grand Mercure di sebelahnya. Keren bukan?

Jadi, karena hotel ini berada dalam satu lokasi dan satu management, maka mereka saling berbagi fasilitas umum. Tersedia kolam renang, fitness center, sampai ballroom dan meeting room yang banyak dan dengan kapasitas besar. Jadi untungnya menginap di Ibis Adi Sucipto ini adalah membayar untuk hotel bintang tiga tapi dapat fasilitas kelas hotel bintang empat. Sebuah deal yang sangat menarik, dan saya harus acungkan jempol untuk strategi Accor Hotels ini. 

Area outdoor yang luas

Sarapan

 



Sarapan pagi hotel ini relatif lengkap bagian-bagiannya mulai dari makanan barat sampai tradisional dengan menu yang cukup beragam untuk kelas hotel bintang tiga. Meskipun tidak terlihat egg station, tetapi kita juga bisa meminta dengan pelayan restoran yang bertugas. Hal yang menarik dari hotel ini adalah selai-selai yang dibuat sendiri oleh chef hotel. Favorit saya adalah selai kacangnya. Teksturnya padat dan rasa gurih kacangnya begitu terasa. Selain itu menu tradisional Jawa-nya juga patut dicoba.

Kesimpulan

 




Hotel Ibis Adi Sucipto Jogjakarta adalah pilihan yang tepat untuk keluarga dan pasangan yang berkunjung ke Jogjakarta. Lingkungan Ibis yang ramah dan homey banget, serta fasilitas yang lengkap cocok buat keluarga yang mau bawa anak, bersantai di kolam renang habis sarapan, ataupun bermain di area outdoor antara Hotel Grand Mercure dan Hotel Ibis. Hotel ini juga cocok karena bisa mengajarkan dan memperlihatkan anak budaya Indonesia dengan banyaknya ornamen Candi Borobudur di tempat ini. 

Hotel ini juga cocok untuk korporat yang ingin mengadakan rapat kerja, meeting, dan harus menyewa satu hotel. Karena tipe kamar yang sama, ballroom yang luas dan fleksibel, serta fasilitas lengkapnya. Selain itu, lokasi premium dekat dengan Mall, transportasi publik, dan posisi tengah kota membuat hotel ini begitu mudah dicapai dari manapun. Jadi, sudah tahu kan kalau ke Jogja akan menginap dimana?


Share it:

albertna stories

featured

review

Post A Comment:

0 comments: