Review Zenfone 4 Selfie Pro : Jago Selfie Yang Gahar

Kini selfie tak sekadar remeh-temeh. Inilah level baru selfie.
Share it:


"Tuhan akan memeluk impian orang yang suka bermimpi"

Pernah pada suatu hari saya menangis berharap suatu hari bisa pergi ke tempat-tempat yang jauh seperti orang lain. Saya berkerja keras mewujudkan mimpi saya. Saya ikut lomba, saya ngeblog, saya menabung agar bisa terus jalan-jalan. Saya berusaha keras membuat konten yang baik bagi para pembaca blog saya dengan alat-alat terbatas.

Pada suatu titik di masa lalu, saya pernah bermimpi ingin punya hape baru. Hape yang bisa buat saya produktif. Hape buat edit foto, hape buat rekam video, hape yang bisa menjadi andalan saya mengabadikan momen disaat kamera sedang tidak di tangan. Hape yang benar-benar jadi soulmate saya untuk kerja. Hape yang bisa buat saya dilirik orang, "wah bagus banget hapenya" kata mereka. 

Dua tahun lalu, Tuhan menjawab impian saya. Saya bisa memiliki sebuah hape dengan merek Zenfone Selfie, sebuah hape dari ASUS. Sejak itu, saya percaya dengan produk-produk hape ASUS untuk menemani hari-hari produktif saya. Cara saya mengelola konten berubah dengan hape yang semakin mumpuni. Instagram saya semakin baik, Video-video yang saya buat semakin banyak dipuji. Kreatifitas mungkin adalah kunci menjadi pembuat konten, tetapi peran alat yang tangguh juga menjadi salah satu faktor yang cukup penting.

Tahun ini, saya tersenyum manis. Hape ASUS pertama yang saya punya telah diperbaharui. Sekarang, ada dua variannya; Zenfone 4 Selfie, dan Zenfone 4 Selfie Pro. Saya pun memilih untuk menggunakan Zenfone 4 Selfie Pro. Akankah pengalaman manis dengan Zenfone Selfie terulang di Zenfone 4 Selfie Pro ini? Mari kita bahas!

Desain



Dulu waktu pakai Zenfone Selfie generasi pertama, orang akan selalu melirik hape saya. Jelas saja! Warnanya mentereng dengan desain lengkung yang mewah adalah ciri khasnya. Kini, Zenfone 4 Selfie Pro hadir dengan desain metal unibody dengan warna yang berkilau. Ada tiga warna. Merah, hitam, dan pink keemasan. Saya sendiri memegang unit dengan warna pink keemasan. Warna hape ini kalau terkena cahaya jadi berkilau. Kalau pegang hape ini saya pun langsung jadi pusat perhatian. 

Saya pribadi lebih suka desain unibody seperi ini. Desain ini membuat kesan hape yang lebih  tipis. Penggunaan layar AMOLED yang ketebalan panel layarnya lebih tipis juga membuat hape ini semakin tipis. Ketebalan perangkat ini hanya 6.85 mm, dengan panjang 154.02 mm dan, dan lebar 74.83 mm. Ketika pertama kali memegang hape ini, saya langsung jatuh cinta. Bahan metal yang melapisinya membuat kesan yang terlihat sangat kokoh. Meskipun agak menjadi sedikit licin, telah disediakan jelly case untuk menghindari hape tiba-tiba lolos dari genggaman. 

Penempatan tombol pemindai sidik jadi berada di bagian depan yang juga menjadi tombol home. Tombol back ada di sebelah kanan dan recent app ada di sebelah kiri. Tombol-tombol tadi telah dilengkapi LED sehingga akan tetap terlihat jelas di kondisi minim cahaya. Di bagian bawah hape terdapat lubang jack audio, port charger tipe micro USB-B, dan lubang speaker. Sim tray terdapat di sisi kiri, dan di sisi kanan terdapat tombol lock dan volume. Di bagian atas perangkat hanya terdapat lubang microphone. 




Letak kamera belakang berada di tengah bagian atas perangkat, dan terlindungi dengan kaca yang terdapat alur khas ala Zenfone yang menambah kesan mewah di sekitar lensa. Dua kamera depan yang dimiliki hape ini terletak di bagian kanan, dan di bagian kiri berjejer sensor dan LED notifikasi. Layar hape ini adalah Corning Gorilla Glass 2.5D yang memberikan kesan melengkung di sudut-sudutnya. Bezel hape ini juga super tipis, hanya setebal 1.7mm. Hal ini membuat kesan hape ini memiliki layar yang sangat luas, dan screen to body ratio yang lebih besar. 

Secara keseluruhan saya suka dengan desain hape ini. Enak di genggam, pas tipisnya waktu masuk kantong, dan kesan mewahnya itu menaikan kelas. Benar-benar deh. Karena terkadang hape alat naik kelas sosial juga kan. *Nyanyi panjat sosial*

User Interface



Zenfone 4 Selfie Pro sudah menggunakan Zen UI 4.0. Tampilan Zen Ui ini mendapat perubahan cukup banyak dari versi sebelumnya. Logo-logo yang lebih modern, tampilan yang lebih simpel, dan kecepatan akses aplikasi yang lebih gegas. Saya sendiri suka dengan sistem operasi yang bisa berjalan dengan gegas dan tidak terlalu banyak printilannya.

Soal bloatware yang dulu dianggap membanjiri Zen UI, ASUS telah mengurangi hampir tiga per empatnya. Kini hanya terdapat aplikasi yang benar-benar esensial saja bagi pengguna ketika pertama kali melakukan booting perangkat. Sayang, aplikasi Radio FM juga turut terpangkas. Mungkin bagi sebagian orang tudah tidak dengar radio lagi, tapi bagi penyuka zaman lampau seperti saya, saya agak kehilangan dan harus mendownload sendiri aplikasi Radio FM di Playsotre. 

Tampilan kamera juga mengalami perubahan. Kini lebih banyak tombol-tombol kustomisasi pengaturan mode foto. Menuju mode HDR kini hanya sekali tekan, Portrait mode kini sudah terintegrasi di panel tombol-tombol mode bagian atas. Pergantian antar mode kamera seperti manual, timelapse, super resolution, kini hanya tingal melakukan slide layar ke bagian kanan. Jika di slide ke kini kini akan terlihat filter-filter warna untuk foto. Kmaera di Zen UI 4.0 kini lebih kaya fitur.

Baterai


Baterai Zenfone 4 Selfie Pro memiliki kapasitas 3000mAh dengan kemampuan fast charging. Dari pengalaman saya, saya membutuhkan waktu 1.5 jam untuk mendapatkan posisi baterai seratus persen dari nol persen. Selama proses pengisian baterai, saya tidak merasakan panas pada bagian belakang perangkat. 

Dalam hal penggunaan baterai, hape ini termasuk hemat dalam penggunaan daya. Andorid Nougat yang digunakan dan posesor Snapdragon 625 semakin membuatnya hemat daya. Dalam pemakaian semi berat seperti menonton video dan melakukan perekaman video dan pengambilan foto, baterai hape ini mampu bertahan selama 12 jam. Untuk hape yang tidak terlalu menjual kapasitas baterai, saya cukup terkesima dengan kemampuan beterai hape ini.

Display

Salah satu keuntungan AMOLED display adalah Always On Display.

Layar handphone ini adalah panel AMOLED. Layar ini kebanyakan digunakan di hape kelas menengah ke atas. Yang dijanjikan layar ini adalah ketajaman kontras dan layar yang sangat hemat daya. Layar AMOLED ini mampu membuat warna hitam pekat, karena sistemnya akan mematikan panel layar jika harus menampilkan warna hitam di layar. Jadi, jika kita menggunakan wallpaper yang banyak hitamnya, maka daya akan lebih hemat karena kondisi layar tersebut benar-benar mati.

Saya sebenarnya kurang begitu suka layar ini. Karena layar ini dengan pengaturan deafult-nya akan membuat tampilan foto akan sangat kontras, sehingga warnanya bisa jauh berbeda jika dilihat di device lain. Namun, ASUS sudah menyediakan mode Splendid Color agar bisa melakukan kalibrasi terhadap layar ini. Jadi sedikit banyak ketidaksukaan saya akan kontras layar AMOLED bisa disiasati. Namun bagi mereka yang suka multimedia, menonton film, atau ingin melihat warna yang tajam, layar AMOLED ini akan sangat menyenangkan. 

Audio


Soal sepaker, hape ini menurut saya sudah memenuhi standar hape untuk harga kelas menengah. Suara yang dihasilkan cukup keras, terdapat juga mode outdoor untuk memaksimalkan suara speaker jika berada di luar ruangan. Hal yang saya suka adalah dukungan hape ini untuk headset DTS HeadPhone. Dentuman suara yang dihasilkan akan maksimal dan bisa memberikan sensasi seperti menonton bioskop dengan virtual surroundnya.

Konektifitas



Hape ini sudah didukung dengan konektifitas 4G LTE. Hape ini juga memiliki kemampuan hybrid dual sim. Dimana sim tray tersedia untuk dua kartu sim, atau satu kartu sim dan satu MicroSD. Kemudian, hape ini juga sudah memiliki konektivitas Bluetooh 4.2, Micro USB 2.0 yang mendukung OTG, dan memiliki fingerprint dengan kemampuan 0.3s ultrafast. Hape ini juga telah dilengkapi dengan GPS berbasis AGPS, Glonass, dan BDS. Untuk hape sekelas ini, saya rasa konektivitasnya sudah cukup lengkap. Namun kedepan saya kira ASUS bisa menambahkan fitur NFC yang sekarang sudah mulai banyak diadopsi terutama untuk kemudahan pembayaran secara cashless. 

Kamera 

Dua kamera depan Zenfone 4 Selfie Pro di sebelah kanan

Kamera sepertinya adalah yang paling dijual pada jajaran Zenfone 4 Series. ASUS bahkan yakin menyertakan sistem dual kamera pada semua lini Zenfone 4. Zenfone 4 Selfoe Pro mendapatkan kemampuan dual kamera di bagian depan, sama seperti fokus hapenya yang adalah hape khusus selfie.

Dari hasil pemakaian selama seminggu, saya sangat puas dengan kemampuan kamera depannya di saat low light. Kini berfoto di malam hari bukanlah sebuah kendala berarti. Dengan bukaan aperture F1/8, sensor Sony IMX362, maka lensa akan menangkap cahaya lebih banyak dan membuat gambar akan lebih terang. Soal besaran megapixel, hape ini menganut teknologi dualpixel. Dengan panel 12 megapixel, tetapi bisa menghasilkan gambar 20MP. Bukan polarisasi, tetapi setiap pixel di sensor, memiliki "dua cabang" pixel lagi. Sehingga foto akan real 24MP. 

Kamera kedua hape ini beresolusi 5MP dengan tangkapan gambar selebar 120 derajat. Untuk kondisi malam hari, kamera ini masih bagus digunakan di tempat yang memiliki banyak cahaya. Namun untuk tempat yang kurang cahaya maka noise akan mulai terlihat. Untuk mengambil di siang hari, kamera wide view ini asik banget diajak untuk mengambil foto wefie ramai-ramai ataupun mengambil poteret diri dengan pemandangan latar yang lebih lebar.

Kamera belakang hape ini juga tidak bisa diremehkan. Meskipun sudah tidak dilengkapi lagi dengan laser autofocus dan OIS, namun tetap menghasilkan kualitas yang begitu baik. Dynamic range yang baik dan fokus PDAF yang ditanamkan membuat hasil kualitas foto tidak menurun kualitasnya. Sensor kamera belakang ini sudah Sony IMX 351 dengan F/2.2.

Untuk hasil lengkap tampilan kamera bisa dilihat di video ini ya:


Kesimpulan


Hadir dengan spesifikasi yang juga gahar, yaitu prosesor Quallcomm Snapdragon 625, GPU Adreno 506, dan RAM 4GB dengan kapasitas 64GB storage, saya kira hape selfie yang tidak hanya bisa selfie ini adalah sebuah deal yang menarik. Dengan harga 4.999.000, pembeli sudah bisa mendapatkan hape dengan spesifikasi sekelas hape kelas menengah ke atas. Akhirnya Zenfone 4 Selfie Pro adalah pembaharuan yang benar-benar memberikan pengalaman selfie yang berbeda dari Zenfone Selfie sebelumnya. Kini Tuhan bisa semakin memeluk mimpi saya untuk bisa memproduksi konten yang lebih baik lagi di tahun ini. 

Teman-teman yang ingin tahu lebih lanjut tentang produk ini bisa lihat Di Sini yaah. 

Share it:

albertna stories

ASUSID

WeLoveSelfieAndWefieID

ZenFone4SelfieID

Post A Comment:

2 comments: